Senin, 29 Desember 2008

Jejak Leuser Edisi X

SEKAPUR SIRIH

Akhirnya terbit juga....

Alhamdulillah, JL masih bisa hadir di hadapan pembaca sekalian, setelah sekian lama tidak ‘berkunjung’.
Bersama Hijaukan Leuser, sedikit menyitir slogan Balai Besar TNGL (”Bersama Selamatkan Leuser”), inilah tema utama Jejak Leuser edisi ini. Dunia semakin panas, perubahan iklim membawa banyak efek ke arah ketidaknyamanan manusia dan ‘teman-temannya’ di dunia ini.

Di lingkup yang lebih kecil, Taman Nasional Gunung Leuser, salah satu paru-paru dunia yang masih tersisa, masih belum sembuh dengan ‘luka-luka’-nya. Bolong-bolong di tubuh taman nasional dengan luas sejuta hektar ini masih banyak menganga. Hijaukan! Inilah satu-satunya jalan untuk menyembuhkan sakit itu, sekaligus membantu pengurangi luka dunia sebagai akibat bolong-bolongnya ozon, sang selimut bumi.

Upaya menghijaukan Leuser dengan memberdayakan masyarakat sekitar kawasan, oleh Ujang WB diulas pada rubrik Laporan Utama di edisi ini. Semoga langkah ini menjadi langkah indah untuk membantu Leuser memulihkan dirinya. Di edisi ini, rubrik Kehati cukup mendominasi halaman Jejak Leuser dengan tiga judul yang ditulis oleh Ridha, Esti, dan Iskandar; masing-masing tentang rafflesia, kelelawar, dan lumut. Semoga menjadi tulisan yang membawa kita untuk lebih ingin menjelajahi pengetahuan tentang fauna dan flora.

Ada bacaan menarik lain di Jejak Leuser edisi ini... Selamat membaca.

Tidak ada komentar: