Kamis, 27 Maret 2008

Jejak Leuser Edisi VIII


SEKAPUR SIRIH

Salam Lestari...!

Ada yang pergi dari Leuser, ada yang datang ke Leuser. Yah...pergeseran, perpindahan, mutasi, atau apapun namanya itu baru saja dirasakan Balai (Besar) Taman Nasional Gunung Leuser. Pak Wir yang salah satu bidan lahirnya Jejak Leuser juga mendapatkan tugas baru sebagai Kasubdit Pemolaan dan Pengembangan, di Bogor. Dan sekarang, posisi tertinggi di pengelola taman nasional paling barat di negeri tercinta ini dijabat oleh Pak Nurhadi Utomo. Terus, siapa saja yang lainnya? Silahkan pembaca simak di halaman 12.

Redaksi JL mengucapkan terima kasih kepada Pak Wir, tanpa beliau mungkin JL tidak pernah ada. Redaksi sangat menghargai, bahwa di saat-saat terakhirnya di TNGL Pak Wir masih menyempatkan diri menulis ‘dari kepala balai’ dan bersama tim TNGL menulis untuk Laporan Utama.

Terima kasih Redaksi ucapkan kepada para penulis artikel di JL edisi ini; kepada Mr. Koen, Kang Suer, Mas Agus, Lely yang sedang menjemput ilmu di Negeri Tulip, Bobby, Pak Harto, dan Noni atas puisi bagusnya.

Pemberdayaan resort menjadi topik utama dalam JL edisi ini, sebuah terobosan pengelolaan taman nasional dengan resort sebagai ujung tombak utama. Di masa datang, diharapkan fungsi resort menjadi garda depan dalam usaha melestarikan Leuser, baik fungsi ke dalam kawasan, maupun fungsi di luar kawasan...’berhubungan baik’ dengan masyarakat sekitar kawasan, demi kesejahteraan mereka juga.

Pak Harto, dulu staf Balai TNGL sekaligus seorang peneliti yang produktif, ternyata di masa pensiunnya juga masih sudi memberikan kontribusi kepada JL melalui tulisannya tentang laba-laba cantik, yang ternyata banyak ditemukan di kawasan TNGL.

Mungkin dan semoga akan banyak hal baru bisa didapatkan di JL edisi ini.

Selamat Membaca.

Tidak ada komentar: