
SEKAPUR SIRIH
Memang, banyak jalan berliku nan terjal yang harus dihadapi para pendekar lingkungan di negara yang kita cinta ini. Maksud hati ingin menyelamatkan nafas orang sedunia dengan berjuang supaya lingkungan (baca: hutan) menjadi semakin baik, namun terkadang masih banyak jegalan-jegalan dari orang-orang berpikiran naif... Pun di penegakan hukum, para perusak hutan yang jelas-jelas sudah diatur oleh banyak perundangan dan segepok aturan pemerintah, masih saja bisa berlenggang bebas. Kalaupun dapat hukuman, masih sering terjadi di negeri Indonesia yang bercita-cita menjadi negara yang adil dan beradab ini, mereka diibaratkan hanya mendapat cubitan kecil yang hanya berbekas sesaat.
Apakah itu terjadi pada usaha penegakan hukum di Tanah Leuser? Kang Suer akan membahas bersama di Laput JL edisi ini.
Selain itu, kajian awal tentang banjir besar yang secara tidak terduga menyerang Langkat dan beberapa kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam di akhir tahun lalu menghiasi rubrik Dinamika di edisi ini. Apakah benar bahwa banjir di Langkat berkait langsung dengan rusaknya ribuan hektar kawasan TNGL?
Masih banyak rubrik-rubrik tetap yang akan Pembaca temukan di edisi ini.
Redaksi mengucapkan terima kasih kepada Kang Suer, Noni, Iskandar, Rina, Pak Wir, Bisro, Ujang dan Bobby yang telah memberikan kontribusi tulisan pada JL edisi 7 ini. Ucapan terima kasih juga tidak luput kami sampaikan kepada UNESCO, Departemen Lingkungan Hidup Spanyol serta Badan Kerjasama Internasional Spanyol (AECI) atas dukungannya dalam penerbitan JL edisi ini.
Selamat membaca....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar