Kamis, 27 Maret 2008

Jejak Leuser Edisi VI


SEKAPUR SIRIH

“The World Heritage Site”, sebuah gelar membanggakan, sarat beban, namun juga sebagai pelecut kami, warga TN. Gunung Leuser, untuk bisa melangkah lebih maju di dunia konservasi.

Di edisi ini, pada liputan Utama kami coba tampilkan tulisan-tulisan seputar Taman Nasional Gunung Leuser sebagai “Tropical Rainforest Heritage of Sumatra” - kami ucapkan terima kasih untuk Mr. Koen UNESCO yang diantara kesibukannya masih menyempatkan diri menulis di buletin ini...

Rubrik Kehati tetap setia muncul di Jejak Leuser, kali ini kami coba mengenalkan Badak Sumatera - salah satu spesies kunci TN. Gunung Leuser yang seiring berjalannya waktu semakin menipis populasinya. Di rubrik Dinamika, Bambang Setyo menyumbangkan tulisan “Politik Hujan”. Apa maksudnya? Kami persilahkan anda menyimak di halaman 16. Kajian tentang hal-hal yang tidak jauh dari air juga coba dilemparkan Rina, apakah benar deforestasi merupakan penyebab utama tanah longsor? Temukan jawaban Rina di JL edisi ini.

Redaksi juga mengucapkan terima kasih kepada Kang Suer dengan ‘kopi’-nya yang enak dibaca dan Kang Iwan dengan wacana-wacananya tentang mikrohidro demi meningkatkan kualitas hidup ‘orang kecil’ di sekitar Leuser.

Akhirnya di rubrik Wanasastra, Moko seakan ingin menyuarakan isi hati para pengungsi di Barak Induk yang selalu merasa dalam ketidakpastian hidup.

Selamat membaca...

Tidak ada komentar: