Kamis, 27 Maret 2008

Jejak Leuser Edisi V


SEKAPUR SIRIH


Jejak Leuser kembali hadir untuk anda….

Semakin maraknya kehadiran lembaga-lembaga konservasi dewasa ini, baik pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat, diharapkan menjadi sinar terang dalam upaya memecahkan berbagai permasalahan konservasi yang akhir-akhir ini semakin serius. Dalam Liputan Utama, Pak Wir mencoba menuangkan catatan pemikirannya mengenai peran lembaga-lembaga konservasi tersebut, baik yang berada pada level nasional maupun pada tataran akar rumput.

Pada edisi ini, di 'Kehati' Pak Harto kembali menyumbangkan tulisannya tentang Kukang, salah satu primata malam yang dulu sering beliau jumpai di Stasiun Penelitian Ketambe. Di rubrik Khasanah, Bisro mencoba menulis apa yang dia tahu tentang sebuah proses pembelajaran untuk alam, Pendidikan Lingkungan. Sebuah program yang sebenarnya sudah tersentuh di hampir semua lembaga peduli konservasi. Dan pada rubrik Dinamika, salah satu permasalahan besar yang dihadapi TNGL, yaitu pengungsi, akan dikupas oleh Ujang dari mulai tinjauan sejarah sampai dengan upaya pemecahan masalahnya.

Di edisi kelima ini Mas Harry - Direktur SIEJ, secara singkat memaparkan sebuah wacana atas dibentuknya Sahabat Leuser, komunitas yang terdiri atas para pecinta TNGL. Sebuah pemikiran brilian yang sayang untuk dielakkan, semoga ke depan Sahabat Leuser bisa benar-benar ada dan punya peran besar dalam upaya pelestarian bumi Leuser.

Terima kasih redaksi ucapkan kepada Mr. Koen atas hasil jepretan Gunung Bendahara-nya ketika ber-fly over keliling TNGL dan juga pada Bang Diding atas cover cantiknya....

Akhirnya, selamat membaca....

Tidak ada komentar: