Rabu, 12 Maret 2008

Jejak Leuser Edisi II


SEKAPUR SIRIH


Salam Rimba....!!!

Alhamdulillah, meskipun terlambat, Jejak Leuser Edisi Kedua ini dapat mengunjungi pembaca kembali.

Pada edisi ini, fokus utama liputan adalah tentang Bukit Lawang, salah satu tujuan wisata di Sumatera Utara yang pada tahun 2003 keelokannya luluh lantak diterjang banjir bandang. Bagaimana langkah Balai Taman Nasional Gunung Leuser yang notabene merupakan salah satu stakeholder kunci di wilayah tersebut, bersama mitra lainnya untuk dapat membangun kembali Bukit Lawang, khususnya di lokasi eks Pusat Rehabilitasi Orangutan (PROU) Bukit Lawang?

Pada edisi ini pula kami mencoba mengenalkan maskot Bukit Lawang, sekaligus satu dari lima spesies kunci di TNGL, yaitu Orangutan Sumatra (Pongo abelii). Dalam rubrik Potret, kembali kami menampilkan sosok Pak Payung, salah satu tokoh di balik riak-riak kehidupan di eks PROU. Ia memiliki visi konservasi yang konsisten, walau berpenampilan sederhana. Ia yang akhirnya mendapatkan penghargaan Kalpataru pada tahun 1981 sebagai Pengabdi Lingkungan. Beberapa rubrik dari dan tentang mitra Balai TNGL, misalnya dari FFI yang bermaksud menyumbangkan rubrik tetap dan sekaligus mendukung penambahan jumlah exemplarnya. Edisi kali ini juga menampilkan artikel dari Balitbanghut di Aek Nauli tentang Kebakaran Hutan. Kami mengharapkan berbagai pihak, termasuk rekan-rekan dari lembaga swadaya masyarakat, dapat mengirimkan artikelnya untuk dimuat di buletin kita ini.

Selain untuk memperkenalkan Taman Nasional Gunung Leuser secara lebih luas, harapan kami dengan terbitnya Edisi Kedua ini dapat menjadi jembatan komunikasi antar rimbawan, pengelola TNGL, lembaga swadaya masyarakat, instansi terkait di kabupaten dan propinsi, serta masyarakat umum.

Akhirnya, Redaksi mengucapkan selamat menikmati Edisi Kedua ini, semoga kita semakin mendapatkan manfaatnya.

Salam Lestari....

Tidak ada komentar: