SEKAPUR SIRIH
Salam Rimba …..
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Pencipta Alam Semesta, karena dengan Rahmat dan Hidayah-Nya redaksi dapat menyelesaikan buletin ini.
Balai Taman Nasional Gunung Leuser kembali meluncurkan buletin dengan nama Jejak Leuser. Nama buletin bernuansa Gunung Leuser sengaja kami kedepankan mengingat Leuser merupakan icon utama taman nasional yang kawasannya berada di provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.
Harapan kami, terbitnya buletin ini dapat dijadikan sebagai jembatan komunikasi antar rimbawan serta antara pengelola TNGL, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat umum. Tujuan jangka panjang dari penerbitan ini adalah sebagai media dalam memberikan proses komunikasi dan penyadartahuan kepada masyarakat luas mengenai nilai-nilai konservasi, baik yang ternilai (tangible) maupun yang tak ternilai (intangible).
Dengan segala keterbatasan kami, di edisi perdana ini redaksi mencoba menghimpun berbagai kegiatan, peristiwa, wacana, dan informasi seputar masalah konservasi khususnya yang terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser dan sekitarnya.
Pada edisi ini ulasan tentang Rencana Strategis Balai Taman Nasional Gunung Leuser menjadi liputan utama kami. Sistem perlindungan kawasan konservasi berbasis masyarakat yang sekarang sedang hangat diperbincangkan menjadi bahan tulisan di rubrik Lindung. Sedangkan profil Pak Piyu, salah satu dari sedikit orang yang mengabdikan diri pada konservasi dengan segala keterbatasannya menjadi sorotan kami di rubrik Potret. Dan masih ada beberapa rubrik dengan berbagai macam informasi dan ulasan yang kami harap menarik untuk dibaca atau setidaknya dapat menjadi bahan pemikiran dan diskusi.
Akhirnya, redaksi mengharapkan kontribusi para pembaca berupa kritik dan saran yang konstruktif guna kemajuan serta kesempurnaan Buletin Jejak Leuser di masa yang akan datang. Pada edisi berikutnya, kami mengundang partisipasi para pihak untuk menyumbangkan tulisan, baik yang berupa informasi dan wacana seputar upaya konservasi.
Selamat membaca...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar