
Salam Lestari,
Belajar.....
Dalam edisi ini, catatan-catatan tentang “belajar” banyak dicetuskan oleh para penulis. Belajar dalam hal ini adalah belajar untuk alam, belajar mencintai alam, belajar memiliki alam dengan 'benar'. Mulai dari sekedar konsep sampai dengan tulisan mengenai bagaimana penulis berusaha mengejewantahkan belajar pada tahap implementasi.
Pada edisi ini, Ismail OIC mencoba menularkan ilmunya tentang concept modelling, sebuah konsep yang ingin dia terapkan untuk merancang skema permasalahan dalam rangka menyusun rencana dan strategi konservasi TNGL dalam pride campaign, kampanye dengan bangga. Sebuah langkah skematis yang konon telah berhasil diimplementasikan pada beberapa kawasan lain di Indonesia maupun di luar negeri sana.
Pada Rubrik Kehati, Ridha kembali hadir untuk menginformasikan kepada para pembaca tentang parasit indah rupa, yang ternyata juga banyak terdapat di ranah Leuser. Balanophora. Dan pada rubrik ini juga, Lina mengupas singkat tentang Rosella, 'teh' yang sedang nge-trend dengan berbagai khasiatnya itu.
Selanjutnya, Esti Asmalia, dengan pengalamannya ketika melakukan syuting untuk Eagle Award, mencoba berbagi pengalaman ketika dia berada di Tanah Borneo. Sebuah pengalaman sarat muatan konservasi dari sebuah budaya desa yang jauh dari gemerlap 'kesombongan' kota. Pengalaman yang semoga dapat membuka mata kita untuk dapat belajar tentang alam, budaya , kehidupan sosial dan belajar menghargai....
Dan pada 'Wacana', Dwiana dengan latar belakangnya sebagai Penyuluh Kehutanan berusaha mengupas uneg-uneg-nya tentang pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan rasa memiliki terhadap hutan. Belajar mempunyai 'rasa memiliki', itulah yang coba dikedepankan dalam tulisannya. Semoga menjadi tulisan yang berguna...
